Sudah lebih dua puluh tahun Si A meninggalkan sekolah yang dicintainya. Kenangan indah bersama teman-temannya dengan seragam putih biru masih teringat. Esok dia diundang teman-temannya hadir pada acara reuni seangkatan.
Namun ada perasaan tak nyaman di dadanya. Dia ragu dan merasa berat untuk menghadiri undangan itu. Dia merasa malu dan tidak punya kepercayaan diri bertemu teman-teman kecilnya yang didengarnya banyak meraih sukses dalam hidupnya. Dia sendiri saat sekolah dulu bukanlah sosok yang menonjol dan dikenal., namun tetapmbergaul luas dengan siapapun di sekolah. Dia dulu merasa bukan anak yang eksis diantara teman-temannya. Apalagi, saat ini dia juga belum jelas masa depannya. Pekerjaannya masih serabutan. Namun ia tidak bisa melupakan kenangan indah itu. Dia yakin, teman-temannya masih mengingatnya. Dia berharap bisa menyegarkan semangatnya dengan mendengar kisah sukses teman-temannya nanti.
Si B, teman seangkatan Si A tidak peduli dengan acara kumpul-kumpul yang digagas temannya. Dia merasa masa 20 tahun silam tidak punya banyak makna. Kesuksesan sebagai eksekutif muda di kota besar baginya hasil dari usahanya sendiri. Dulu pun dia tidak aktif dan bergaul luas di sekolah. Dia juga kurang mengenal bnayak kawan-kawannya. Dia merasa tidak banyak gunanya hadir di acara reuni teman-temannya.
Lain halnya dengan Si C, sosok selebritis SMP di jamannya. Dia malas datang ke reuni. Dia merasa malu pada kondisinya sekarang. Setelah lulus SMU dia merasa ditinggal teman karibnya. Dia merasa dikhianati kawan-kawannya. Pertemuan besok rasanya akan semakin membuat beban hidupnya berat. Dia tak sanggup berhadapan dengan teman-temannya yang sudah sukses.
Reuni SMP telah usai. Kehadiran Si A di acara tersebut membawa berkah baginya. Dia tak menyangka mendapat tawaran pekerjaan yang sejak dulu diidam-idamkan. Tawaran itu justru datang dari teman SMP yang tidak terlalu dia kenal. Dia juga mendapat banyak koneksi untuk mengembangkan potensi dirinya yang lama terkubur.
Banyak teman-teman Si A yang tidak hadir masih saling kontak dan memberi kabar. Dia merasa ikatan persahabatan justru dirasakan setelah lama berpisah dan masing-masing telah bisa berbagi. Baginya, reuni ini sangat indah.
Dia juga banyak mendapat inspirasi hidup dari teman-temannya. Ada temannya yang hidupnya tetap bersahaja namun menjadi panutan di masyarakat. Ada juga temannya yang sukses dari segi materi namun tetap bersikap rendah hati.
Sementara, Si B dan Si C yang enggan memenuhi Undangan sibuk dengan dirinya sendiri. Teman-teman yang berusah mengontaknya tidak mereka respon. Keduanya tak mendapat apapun dari ketidakpedualiannya. Mereka hanya berhasil memelihara prasangkanya. Mereka tidak mendapat keberkahan dari bershilaturahim dan berbagi.
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO

Rabu, 15 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar